Biografi Chan Shun Pendiri Brand Crocodile

Crocodile merupakan salah satu merek fashion terkemuka dan terkenal di dunia, khususnya di Asia. Gambar buaya yang menjadi logo brand ini membuat orang mengenal merek ini sebagai cap buaya.

Brand Crocodile

Brand Crocodile berasal dari hongkong yang pertama kali didirikan pada tahun 1952 oleh Dr. Chan Shun. Dia adalah ketua dan CEO International Land Group di San Francisco dan Burrard International Holdings di Vancouver.

Pada tahun 1989, Chan berimigrasi ke Vancouver, British Columbia dengan ayahnya Chan Shun, pendiri Crocodile Garments Ltd. Chan juga seorang yang menyandang pendidikan baik, lulus dengan gelar sarjana di bidang Administrasi Bisnis dari UC Berkeley.

Biografi Chan Shun Sebagai Pelayan Tuhan Yang Sukses

Brand Crocodile

Awalnya, Garmen Crocodile hanya menjual kemeja, namun ia terus berkembang menjadi jaringan toko pakaian terbesar di Hong Kong. Merek Crocodile diekspor ke Jepang, Singapura dan negara-negara Asia lainnya. Crocodile juga menerima banyak sekali sponsorship dari beberapa perusahaan besar seperti Sbobet Judi Bola Resmi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Chan Shun sejak awal belajar menjahit dan memperbaiki sendiri mesin jahit miliknya. Pada masa remajanya ia sering bersepeda dari kota ke kota di China selatan untuk menjual pakaian dan peralatan perbaikan.

Sering disebut sebagai “Pelayan Tuhan,” dia sangat percaya bahwa kesuksesan finansialnya adalah pemberian dari Tuhan. Memiliki karakter diri menjadi sosok sangat sederhana, Chan Shun percaya kesuksesan yang berhasil diraihnya saat ini adalah kesempatan baginya untuk berbuat kebaikan.

Ia memilih mencadangkan dan mengalokasikan sumber dayanya dengan bijak untuk mendukung proyek medis, pendidikan dan budaya yang dipilih. 4O tahun terakhir, yayasan keluarga Chan telah mendanai lebih dari 100 proyek semacam itu di seluruh dunia.

Sengketa Crocodile Dengan Lacoste

Karena adanya kemiripan logo antara Crocodile dan Lacosete, kedua merek besar ini memiliki sengketa yang cukup unik. Crocodile dengan logo buaya yang menghadap kiri, sementara Lacoste menggunakan logo buaya menghadap ke kanan dengan mulut menganga.

Kedua merek ini pernah bersengketa dan berjuang untuk hak logo di Cina, tetapi akhirnya keduanya mencapai kompromi, di mana Crocodile mengubah sedikit bentuk logonya. Lacoste dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi busana high-end.